1370 words
—
Hal pertama yang dilakukan oleh Kirana waktu sampai di kost adalah, memukul Haga.
“ADUH!” pekik pemuda itu, “ADA MONSTER WOI-”
“Jangan berisik!” ucap Kirana sambil menutup mulut Haga dengan tangannya. Perempuan itu melirik adiknya dengan sinis sebelum melepas tangannya, “Gila lo ya jadi orang. Nggak ada tobatnya sama sekali”
Haga menatap kakak sulungnya itu dengan tatapan jahil. Dari kecil, membuat Kirana marah adalah aktivitias favorit Haga. Dia bisa menghabiskan waktunya seharian untuk membuat kakak nya itu jengkel.
Mulai dari merebut stok permen yang Kirana simpan di toples diatas meja makan, merusak sepeda milik Kirana, dengan sengaja melaporkan Kirana ke guru BK soal rok nya yang seketat lemper, atau ya kayak barusan.
“Nih” Haga mengeluarkan sarapan milik Kirana dari dalam paper bag dan menata nya secara telaten di hadapan Kirana sementara gadis itu ikut mengeluarkan laptop dari dalam tas. Walaupun jadi adek agak kurang ajar, sebenernya Haga tuh masih sopan kok.
Asal di iming-imingi sama uang aja.
“Udah teteh ganti uang kamu lewat ovo” sahutnya sambil menyalakan laptop. Matanya melirik ke arah Adrian yang sejak tadi nggak berbicara, “Ngomong apa aja nih anak **satu?”
Sejak Kirana masuk ke dalam kost, mukul kepala Haga, berantem sama Haga, terus sekarang dia duduk manis di depan laptop, Adrian sama sekali nggak buka suara. Dia cuman diam, ngelihat gimana kedua saudara kandung itu berinteraksi sambil menopang dagu.